Prakata

Blog ini diluncurkan dengan harapan bisa bermanfaat bagi kita semua khususnya pemilik Opel Blazer. Selanjutnya kepada yg berkaitan ataupun ada artikel yg kami munculkan disini mohon keikhlasannya. Kami tidak ada maksud apa2, kami hanya ingin berbagi ilmu dan semoga mobil Blazer yg jumlahnya tidak begitu banyak ini tidak menjadi musnah karena kurang perawatan dan menjadi besi tua.

Artikel yg kami buat berasal dari :
- Saudara2 kita BLAZERIAN INDONESIA dengan mottonya All Blazerian Are Brothers
- Face Book
- FBI FB
- Para pakar ataupun penggemar Blazer
- dan berbagai sumber yg tersebar di dunia maya

Namun demikian andai masih ada juga yg keberatan, silahkan kirim ke e=mail sekretariat.bsm@gmail.com, maka artikel tersebut akan saya hapus. Terima kasih.

Ads

Tuesday, December 3, 2013

Problem Sistem Pendingin

Problem Sistem Pendingin Mesin

Kamis, 23 Desember 2010 13:57 WIB

Di negara dengan iklim tropis seperti Indonesia, sistem pendinginan mesin mobil harus bekerja lebih keras. Apalagi ditambah dengan kondisi lalu lintas yang padat. Sedikit saja ada gangguan di sistem pendinginan, mesin bisa mengalami overheat.

Hingga saat ini, masih ada mobil-mobil tertentu yang sering bermasalah dengan suhu mesin. Dan beberapa tahun yang lalu masalah seperti ini lebih banyak dijumpai. Makanya banyak orang mengakali sistem pendingin mesin dengan segala cara untuk menghindari overheat.

Bisa jadi Anda termasuk salah satu pemilik mobil yang mengalami masalah dengan sistem pendinginan mesin ini. Nah, apa saja yang ada pada sistem pendinginan mesin di mobil.




Pada dasarnya cara kerja cooling system cukup sederhana. Panas dari proses pembakaran di silinder dan gesekan komponen mesin didinginkan oleh air yang dialirkan oleh pompa air (water pump). Karena menerima kalor dari silinder, air pendingin ini akan menjadi panas.

Air panas ini kemudian kembali didinginkan oleh radiator. Radiator melepas kalor dari air dengan bantuan angin yang melewati kisi-kisinya. Angin bisa didapat dari bagian depan mobil saat mobil melaju atau dengan bantuan kipas pendingin.

Bagian-bagian cooling system serta gejala kerusakannya
Sebenarnya sistem pendinginan mesin terdiri dari banyak komponen. Namun seringkali hal ini tak disadari oleh pemilik mobil. Sehingga masalah panas mesin tak bisa diatasi dengan tuntas. Berikut komponen-komponen yang merupakan bagian dari sistem pendingin mesin.

Radiator
Bertugas sebagai perantara agar air panas dapat melepas kalornya ke udara. Dari bahannya, ada tiga jenis radiator: kuningan, tembaga dan aluminium.

Kelebihan radiator tembaga dan kuningan adalah kedua bahan ini bisa ditambal atau diperbaiki jika terjadi kebocoran. Namun kemampuannya melepas panas tidak sehebat aluminium. Sedangkan radiator aluminium agak sulit diperbaiki jika bocor. Sekarang hampir semua mobil baru menggunakan radiator aluminium.

Radiator coolant
Air merupakan zat cair yang terbaik untuk mendinginkan mesin. Namun air juga memiliki kelemahan seperti titik didih yang rendah dan bisa menyebabkan korosi.

Makanya untuk pendinginan mesin, air dicampur dengan coolant agar titik didihnya bisa lebih tinggi dan tidak membuat korosi. Cairan pendingin yang merupakan campuran air dan radiator coolant ini perlu diganti paling tidak setahun sekali.

Kipas radiator
Untuk mengalirkan udara melalui kisi-kisi radiator, khususnya saat mobil berhenti, diperlukan bantuan kipas pendingin. Ada dua jenis kipas pendingin: yang digerakkan langsung oleh mesin, dan diputar oleh motor listrik.

Kelebihan kipas yang digerakkan mesin adalah kemungkinan rusaknya kecil. Tapi kelemahannya putaran kipas ini rendah saat mesin stasioner dan memberi beban ekstra kepada mesin, terutama pada putaran tinggi. Padahal pada kecepatan tinggi radiator sudah cukup mendapat angin dari depan.

Untuk mengurangi kelemahan ini, kipas mesin dilengkapi dengan kopling visco. Kopling ini akan mengeras saat radiator sudah mulai panas sehingga mempercepat putaran kipas. Dan akan melemah jika radiator dingin sehingga kipas tidak terlalu membebani kerja mesin. Kerusakan pada kopling visco adalah makin lemah seiring bertambahnya usia.

Sedangkan kipas elektrik akan berputar cepat meski mesin dalam keadaan stasioner. Ini sangat menguntungkan saat jalan macet. Namun motor listrik pada kipas elektrik bisa rusak sehingga mengakibatkan mesin overheat.

Hidup-matinya kipas elektrik ini diatur oleh thermoswitch yang bekerja dengan mendeteksi suhu air pendingin. Ketika air sudah mulai panas, thermoswitch akan memerintahkan kipas untuk hidup, sebaliknya saat air radiator sudah kembali dingin kipas dimatikan.

Water pump
Untuk mengalirkan air dari radiator ke blok mesin dan sebaliknya digunakan pompa air yang digerakkan oleh mesin. Pada mesin kompetisi biasanya digunakan pompa air elektrik agar tidak membebani mesin.

Kerusakan pada pompa air umumnya adalah kebocoran pada silnya. Namun bisa juga kerusakan terjadi pada bilah pompa yang korosi atau berubah bentuk sehingga mengurangi kemampuannya memompa air.

Slang radiator
Slang radiator berfungsi sebagai penghubung antara radiator dan blok mesin. Ada dua slang di radiator, slang yang atas berfungsi mengalirkan air panas dari mesin ke radiator. Sedangkan yang bawah untuk menyalurkan air yang sudah didinginkan kembali ke mesin.

Kerusakan pada slang radiator adalah kebocoran akibat usia. Selain itu bisa juga karena karet selang sudah lembek sehingga tidak tahan menghadapi tekanan pada slang atas atau kevakuman pada selang bawah. Jika slang bawah tidak tahan terhadap kevakuman, maka selang akan kempot dan air tidak bisa bersirkulasi.

Tangki cadangan radiator
Dalam keadaan panas, tekanan pada sistem pendinginan akan bertambah. Hal ini mengakibatkan ada air yang harus keluar dari sistem yang akan ditampung oleh tangki cadangan.

Saat mesin kembali dingin, tekanan pada sistem pendinginan juga akan kembali normal sehingga perlu tambahan air yang akan diambil dari tangki cadangan. Kerusakan pada tangki cadangan adalah kebocoran atau pecah akibat benturan.

Tutup radiator
Titik didih air adalah 100º Celcius pada tekanan 1 atm. Untuk menaikkan titik didih air, selain dengan penggunaan coolant juga bisa dilakukan dengan menaikkan tekanan pada sistem radiator. Besarnya tekanan inilah yang diatur oleh tutup radiator.

Besarnya tekanan dalam sistem pendingin di mobil biasanya tertulis di tutup radiator dengan angka 0,7 atau 0,9 dalam satuan bar. Artinya klep pada tutup radiator akan terbuka jika tekanan sudah melebihi angka itu dan air akan mengalir sebagian ke tangki cadangan.

Kerusakan pada tutup radiator adalah kebocoran akibat karet yang sudah getas atau pengaturan tekanan yang tidak lagi normal. Cirinya adalah jika air di tangki cadangan menjadi penuh dan tidak kembali ke radiator saat mesin dingin.

Heater AC
Pada sebagian mobil, selain pendingin kabin juga dilengkapi pemanas. Biasanya panasnya heater ini diambil dari air radiator. Kerusakan yang sering terjadi adalah kebocoran pada slang penghubung blok mesin dan heater.

Blok mesin
Untuk mendinginkan mesin, air harus mengalir di dalam blok. Saluran-saluran tempat air mengalir di blok mesin ini dinamakan water jacket. Pada mesin yang dirancang untuk iklim panas, water jacket ini biasanya dibuat lebih lebar, sedangkan pada mobil untuk negara dingin lebih sempit.

Perbedaan inilah yang sering membuat mobil-mobil Eropa mengalami overheat, khususnya tahun lawas. Kerusakan pada water jacket biasanya akibat lapisan karat yang menghalangi efektivitas cairan pendingin menyerap kalor, sekaligus menghalangi alirannya.

Kepala silinder
Selain melalui water jacket di blok mesin, air juga melalui kepala silinder. Kerusakan pada kepala silinder adalah kebocoran kompresi yang mengakibatkan tekanan kompresi menembus air pendingin.

Gejala kerusakan ini bisa dilihat dari gelembung udara di air pendingin atau semburan air pada mulut radiator saat tutup dibuka dan mesin hidup. Kebocoran kompresi ini sering diakibatkan oleh melengkungnya kepala silinder akibat overheat atau umur mobil.

Thermostat
Suhu kerja mesin biasanya ada sekitar 87º-95º Celcius. Jika suhu terlalu dingin, pembakaran tidak belangsung sempurna. Sedangkan juka terlalu tinggi, mesin bisa cepat rusak. Yang bertugas untuk menjaga suhu kerja ini adalah thermostat yang terletak di mulut saluran air di kepala silinder.

Saat mesin dingin, thermostat akan menutup saluran ke radiator sehingga cairan pendingin akan mengalir kembali ke blok mesin melalui saluran bypass. Jika mesin sudah mencapai suhu kerja, thermostat akan terbuka dan air mengalir ke radiator untuk didinginkan.

Banyak mekanik yang melepas thermostat agar mesin lebih dingin atau mengatasi overheat. Namun langkah ini punya dampak buruk yaitu suhu mesin jadi terlalu dingin dan mengakibatkan pembakaran tidak sempurna. Thermostat harus selalu terpasang dan dipastikan bekerja dengan baik.

Oil cooler
Mobil bertransmisi otomatis biasanya dilengkapi pendingin oli transmisi yang juga memanfaatkan cairan pendingin sebagai penyerap kalor. Pada mobil yang sudah berumur, sering terjadi pendingin oli ini bocor dan membuat oli tercampur dengan air. Kalau sudah begini, radiator harus diganti.

Kemungkinan kerusakan dilihat dari gejalanya
Kerusakan pada sistem pendingin mesin bisa dideteksi dari beberapa gejala berikut.

1. Gejala: Mesin panas saat AC mati
Kerusakan: Thermoswitch rusak sehingga kipas elektrik tidak hidup saat mesin panas. Kipas akan hidup hanya saat AC hidup.
Solusi: Gantilah thermoswitch.

2. Gejala: Mesin panas saat kecepatan tinggi
Kerusakan: Radiator mampat sehingga tidak mampu mendinginkan air yang lebih panas saat mesin bekerja keras.
Solusi: Servis radiator atau ganti bila perlu.

3. Gejala: Mesin terlalu dingin meski sudah berjalan jauh.
Kerusakan: thermostat terus terbuka karena macet.
Solusi: Ganti thermostat.

4. Gejala: Air radiator selalu berkurang
Kerusakan: Terjadi kebocoran pada sistem pendingin.
Solusi: Carilah kebocoran dengan seksama dalam keadaan mesin hidup.

5. Gejala: Air di tangki cadangan menjadi penuh namun yang di radiator berkurang
Kerusakan: Kemungkinan besar pengatur tekanan radiator rusak.
Solusi: Ganti tutup radiator.

6. Gejala: Keluar gelembung udara dari dalam radiator saat mesin hidup
Kerusakan: Terjadi kebocoran kompresi.
Solusi: Mintalah bengkel langganan untuk mengatasinya.

7. Gejala: Air radiator keruh dan berwarna coklat.
Kerusakan: Sistem pendingin sudah diserang karat.
Solusi: Cobalah untuk menguras radiator, gunakan radiator flush dan isi kembali dengan coolant yang berkualitas tinggi.

8. Gejala: Kipas mesin tetap berputar kencang, baik saat mesin dingin maupun panas.
Kerusakan: Kopling visco lemah.
Solusi: Servis kopling visco dengan mengganti cairan silikon di dalamnya. Minta bantuan bengkel untuk melakukannya.

9. Gejala: Mesin bertambah panas ketika mobil berjalan lambat atau di tengah kemacetan.
Kerusakan: Kipas elektrik mati bisa jadi kipas rusak atau ada yang tidak beres dengan sistem kelistrikannya.
Solusi: Ganti kipas elektrik atau motor listrik penggeraknya.
Penulis : Ari Tristianto Wibowo

No comments:

Post a Comment

Note: Only a member of this blog may post a comment.